Contoh Surat dapat di Download Contoh Surat Pengganti Ijazah.doc

B. Tujuan

Sertifikasi guru bertujuan untuk:

(1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional;

(2) peningkatan proses dan mutu hasil-hasil pendidik; dan

(3) peningkatan profesionalisme guru.

Sementara itu, manfaat sertifikasi guru adalah:

(1) melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru;

(2) melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional; dan

(3) menjaga lembaga penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku.

God Bless U and Keep Us Safe
Not Only Today But Throughout Life
That is coming In your Way.
…May Year To Follow
Be Among The Best U ve Ever Spend. 

But by showing you when people
And their causes need you most,

And by making you anxious to be
There to help.

Allah’s
Love, Peace, Hope

And joy to you for the year ahead.
Amien..amien..Ya Robbal Alamin

GELOMBANG I

PESERTA = 200 Orang

PELAKSANAAN

Tanggal 12 S/D 15 Desember 2010

Tempat Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor

Check In Pukul 10.00 Wib S/d Selesai

Download Nama Peserta

PESERTA PENGAWAS TAHAP III UIN 2010.xls

 

GELOMBANG II

PESERTA = 186 Orang

PELAKSANAAN

Tanggal 19 S/D 22 Desember 2010

Tempat Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor

Check In Pukul 10.00 Wib S/d Selesai

Download Nama Peserta PESERTA PENGAWAS TAHAP III UIN 2010.xls

 

Daftar peserta sertifikasi dapat di download di alamat berikut dengan format pdf  :    Kuota Tahap III.pdf

Pengumpulan portofoio diterima oleh LPTK UIN Bandung Paling Akhir Tanggal 11 Nopember 2010 Jam kerja

untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Mapenda setempat atau Sekretariat sertifikasi UIN Bandung

  1. A. Latar Belakang

Saat ini dengan memperhatikan mutu pendidikan di negara Indonesia dibanding dengan negara-negara lain di Asia semakin tertinggal, sehingga membuat prihatin instansi terkait khususnya dan umumnya pemerintah. Melihat dari kondisi guru dewasa ini dalam hal kesejahteraan sangat minim ini menjadi salah satu factor kemorosotan kualitas pendidikan di negara Indonesia. Bagaimana tidak, dengan keterbatasan energi yang dimiliki oleh seorang guru karena harus mengajar di beberapa sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya jelas seorang guru tersebut dalam melaksanakan proses belajar mengajar tidak akan concern yang penting materi disampaiakn kepada peserta didik. Berawal dari masalah kesejahteraan guru tersebut pemerintah menunjuk LPTK, dinas pendidikan Provinsi, LPMP, dan dinas pendidikan kabupaten untuk menyelenggarkan suatu strategi agar kualitas pendidikan di Indonesia maju sekaligus kesejahteraan guru terjamin maka lahirlah istilah sertifikasi guru.

Sertifikasi guru diharapkan status guru di negara Indonesia menjadi guru profesional, di mana suatu pekerjaan profesional menurut Moh. Ali (1985) memerlukan persyaratan khusus, yakni:

(1)                menuntut adanya keterampilan berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang dalam

(2)                menkankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan  bidang profesinya

(3)                menunutut adanya tingkat pendidikan yang memadai

(4)                adanya kepekaan terhadap damak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya

(5)                memunkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan

 

Sedangkan menurut Usman (2005) pekerjaan professional persyaratnnya sebagai berikut :

(1)   memiliki kode etik, sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya

(2)   meiliki kien/objek layanan yang tetap, seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan muridnya

(3)   diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat

 

Disisi lain sertifikasi guru merupakan keniscayaan masa depan untuk meningkatkan dan martabat guru, menjawab arus gobalisasi dan menyiasati sistem desentralisasi. Oleh karena itu, program sertifikasi guru perlu adanya prakondisi, yakni sosialisasi gagasan ke masyarakat, guru, pengambil kebijakan, LPTK, organisasi profesi, yayasan dan sebagainya, benchmarking dengan sistem sertifikasi di berbagai negara maju maupun negara tetangga, dan penjajagan untuk mengaitkan sertifikasi dengan sistem kepangkatan, penggajian, penugasan, dan promosi (jangka menengah). Dan tampaknya hal ini sudah diakomodasikan dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pengembangan sistem dan instrumen sertifikasi dilakukan melalui : (1) tes/track record nilai penguasaan bidang studi; (2) Tes performance teknik dan strategi pembelajaran di jenjang yang sesuai/PPL tersupervisi; (3) essai atau laporan project tentang penyesuaian materi dan strategi untuk kelompok peserta didik tertentu; (4) esai atau career plan untuk pengembangan profesi atau portofolio indikator aktivitas profesi; (5) tes kepribadian atau portofolio indikator keberhasilan; (6) survei pendapat siswa, kepala sekolah, dan pengawas (Sukamto, 2004).